peristiwa

Denny Sumargo Minta Keterbukaan usai Keluarga Santri Korban Pembakaran Tak Jadi Terbang ke Jakarta karena Dicegat Polisi

Rabu, 8 Juli 2026 | 22:32 WIB
Denny Sumargo ungkap keluarga santri yang dibakar di Lombok Tengah batal ke Jakarta. (Instagram/sumargodenny)

Rekomkita - Keluarga ADR (14) dan almarhum SAH (14), santri yang menjadi korban dalam kasus dugaan pembakaran di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), batal berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan podcast milik Denny Sumargo.

Rombongan yang dijadwalkan terbang pada Rabu (8/7/2026) melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok, dikabarkan tidak jadi berangkat setelah dihentikan oleh pihak kepolisian.

Informasi tersebut pertama kali ramai beredar melalui unggahan akun Instagram @kahar_uddinabbas. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa keluarga korban bersama ADR kemudian dibawa ke RS Bhayangkara.

Baca Juga: Dari Iseng Jadi Sukses, Kisah Fal Kenzi Kreator Game Berusia 20 Tahun

"Kedua korban dan orang tuanya dibawa oleh Polda NTB ke RS Bhayangkara dengan alasan untuk dirawat, tetapi di sana korban hanya disuruh duduk dan tidur tanpa perawatan apa pun," demikian bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan penghentian keberangkatan tersebut maupun informasi yang beredar di media sosial.

Denny Sumargo Ungkap Keluarga Korban Tak Jadi Berangkat

Baca Juga: Viral Polisi di Baubau Diduga Terciduk Selingkuh dengan Pegawai Kejari, Awalnya Ketahuan Saat Singgah Beli Roti

Melalui video yang diunggah di media sosial pada Rabu (8/7/2026), Denny Sumargo mengaku menerima kabar bahwa keluarga korban tidak dapat berangkat ke Jakarta sesuai rencana.

Menurut Denny, keluarga korban sebelumnya diundang untuk menjadi narasumber dalam podcast karena kasus yang mereka alami telah berlangsung sekitar tujuh hingga delapan bulan dan, menurut keterangan keluarga, belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

"Kasus ini, menurut keluarga korban, sudah dilaporkan sekitar tujuh sampai delapan bulan lalu, tetapi belum ada titik terangnya," ujar Denny.

Baca Juga: Ingar Kasus Dokter PPDS di Manado Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Beredar Dugaan Chat Kepanikan Rekan saat Jadwal Jaga

Ia menjelaskan, timnya telah menyiapkan tiket pesawat serta akomodasi agar keluarga korban dapat datang ke Jakarta dan menceritakan langsung kronologi yang mereka alami.

"Kami memutuskan membelikan tiket dan menyiapkan akomodasi agar keluarga bisa datang ke Jakarta. Namun, saya mendapat kabar bahwa mereka tidak boleh berangkat. Kenapa mereka tidak boleh berangkat? Apa yang sebenarnya terjadi?" katanya.

Soroti Pentingnya Keterbukaan

Halaman:

Tags

Terkini