Data Terbaru Sebut Akses jadi Hambatan, HaloAssist jadi Solusi untuk Banyak Kemudahan Jaga kesehatan Karyawan

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Senin, 20 Juli 2026 | 17:21 WIB
HaloAssist dari Halodoc yang memungkinkan para tenaga kerja Indonesia mendapatkan kemudahan akses kesehatan. (Dok.Istimewa)
HaloAssist dari Halodoc yang memungkinkan para tenaga kerja Indonesia mendapatkan kemudahan akses kesehatan. (Dok.Istimewa)

Baca Juga: Sempat Labeli Jurnalis Pengecut, Hotman Paris Kini Minta Maaf dan Singgung soal Hidden Agenda Kasus Korupsi Jampidsus

Perbedaan gender pun tidak kalah signifikan, yaitu 81 persen pasien kardiovaskular adalah laki-laki, sementara 72 persen pasien kanker adalah perempuan.

“Dua prioritas skrining yang sepenuhnya berbeda, bahkan dari sisi jenis layanan kesehatan, ISPA menjadi diagnosis teratas rawat jalan dan infeksi pencernaan menjadi diagnosis teratas rawat inap. Keduanya adalah kondisi yang sebagian besar dapat dicegah melalui intervensi sederhana,” terangnya.

“Data ini bukan sekadar catatan administrasi Halodoc, ini adalah sinyal klinis yang seharusnya menjadi dasar setiap keputusan benefit kesehatan tenaga kerja di Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Belum Kunjung Masuk Bui, Picu Dugaan Eks Jampidsus Itu Ulur Waktu demi Hilangkan Bukti?

Laporan ini juga mengungkap efisiensi signifikan dari layanan telemedicine atau Digital Cashless Outpatient (DCO) Halodoc, yaitu Telemedicine menangani 24 persen dari seluruh kasus hanya dengan 8 persen dari total biaya kesehatan, dengan tingkat penyelesaian kasus di atas 95 persen tanpa kunjungan fisik lanjutan dalam 30 hari.

Kemudian pada pasien kronis, penggunaan DCO menghasilkan penghematan biaya hingga 66,4 persen dalam 90 hari dibandingkan pasien yang tidak menggunakan layanan digital.

“Telemedicine bukan sekadar alternatif yang lebih murah. Jika dioptimalkan, hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memastikan karyawan mendapat penanganan yang lebih cepat, relevan dengan kebutuhan, dan kembali produktif lebih cepat. Sampai hari ini, layanan DCO Halodoc for Business sudah menjangkau lebih dari satu setengah juta pengguna di lebih dari 3.000 mitra korporat, didukung lebih dari 30 mitra asuransi,” papar Fibriyani lagi.

Baca Juga: Hotman Paris Dikritik Anaknya Sendiri usai Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Frank Alexander: Kebanyakan Pencitraan

Satu Ekosistem, Satu Perjalanan Kesehatan yang Utuh

Ketika karyawan membutuhkan layanan kesehatan, telemedicine atau Digital Cashless Outpatient (DCO) memberikan akses digital yang cepat tapi tetap kredibel, dengan konsultasi dokter 24 jam, pengiriman obat, dan integrasi cashless dengan asuransi atau benefit perusahaan.

Ketika klaim dan administrasi benefit menjadi kebutuhan, layanan Third Party Administrator (TPA) Halodoc beroperasi dengan SLA terbaik di pasaran, memastikan prosesnya berjalan seamless, akurat, cepat dan tanpa hambatan.

Baca Juga: Dari Nol hingga Tembus Rp100 Juta, Kisah Beni Gaharja Bangun Kerajaan Konten Digital di Usia Muda

“Di balik seluruh layanan ini, ada inovasi teknologi AI terbaru kami, yang disebut sebagai HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) untuk TPA. AI tidak hanya digunakan pada satu titik, tetapi bisa mendukung seluruh perjalanan pasien, termasuk ketika kunjungan fisik,” ujar VP of Insurance di Halodoc, Saswat Satadal.

Saswat menjelaskan bahwa saat pasien datang, AI membantu memverifikasi kelayakan kepesertaan dan dokumen secara otomatis sehingga proses menjadi lebih cepat. Selama pasien menjalani perawatan, AI memonitor tagihan setiap hari dan membantu mengidentifikasi biaya yang tidak wajar hingga saat pasien pulang, AI membantu mempercepat penyelesaian administrasi dan proses tagihan akhir. 

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X