REKOMKITA-Pada masa Abad ke-xv, Sejarah Kerajaan Tanjung Pura yang sekarang Terletak di Desa Negeri Baru Ketapang, Kalimantan Barat berdiri sebuah kerajaan Tanjungpura sebagai sebuah kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja yang bernama Karang Burjaya.
Karang Burjaya Mempunyai 6 Saudara Laki-Laki Yaitu :
1. Karang Alak
2. Karang Pati
3. Karang Rangga
4. Karang Kedondong
5. Karang Nata, Dan
6. Karang Tunjung
Mengenai asal Usul dari Ke 7 Saudara ini masih dalam Proses Penyusuran/cerita Masyarakat setempat yang berdiam di Desa Negeri Baru.
Dalam sejarah berdirinya kerajaan Tanjungpura, pernah diserang bangsa perenggi ( portugis ), tetapi atas bantuan saudara-saudara dari Karang Burjaya, seperti karang alak, karang pati, karang rangga,karang kedondong,Karang Nata dan Karang Tunjung dengan segala kesaktian mereka serangan dari bangsa perenggi ( portugis ) dapat diusir mundur.
Pada suatu hari di kerajaan Tanjungpura telah datang seorang bangsa arab berkebangsaan quraisy orang tersebut di sambut oleh raja Karang Burjaya dengan didampingi oleh kedua orang kakaknya yaitu Karang Nata dan Karang Tunjung, kedatangan orang arab tersebut ternyata membawa ajaran agama islam, tidak lama kemudian raja Karang Burjaya,Karang Nata dan Karang Tunjung dengan keyakinannya memeluk agama islam, setelah itu raja Karang Burjaya mendapat gelar dengan sebutan Sultan Burjaya.
Sejak itulah adanya gelar sultan yang artinya penguasa bagi raja-raja yang memerintah suatu kerajaan yang rajanya beragama islam.
Ke empat saudara Sultan Burjaya yakni Karang Alak dan Karang Pati menuju ke Tanjung Kelapa di kecamatan kendawangan untuk melakukan kehidupan sehari-harinya, sementara Karang Rangga dan Karang Kedondong mengarah masuk ke sugai setap.
Sultan Burjaya,Karang Nata dan Karang Tunjung, mengajak seluruh rakyat kerajaan Tanjungpura untuk memeluk agama islam, untuk bangunan peninggalan agama terdahulu seperti candi-candi diruntuhkan.itulah sebabnya maka bekas kerajaan Tanjungpura tidak terdapat.
Sumber : FB Rendes Fouz