pariwisata-budaya

Pengabuan Kecamatan Abab PALI Memiliki Tarian Khas yang Sudah Ada Dari Zaman Nenek Moyang Terdahulu !

Jumat, 12 April 2024 | 19:24 WIB
Penari Burung Putih (giwang.sumselprov.go.id)

REKOMKITA – Beragam Budaya Khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masih misteri dan banyak yang belum diketahui oleh para generasi milenial sekarang, yang lemah akan sejarah dan adat istiadat peninggalan nenek moyangnya.

Salah satunya adalah Tarian khas Desa Pengabuan Kecamatan Abab, Kabupaten PALI , Sumatera Selatan ini, yaitu Tari Burung Putih yang belum banyak dikenal orang, terutama para generasi milenial sekarang.

Maka dari itu, para generasi harus tau bahwa, didaerahnya sangat banyak sejarah dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita dari zaman dahulu, yang harus dijaga dan dilestarikan, agar tidak lapuk dimakan waktu.

Baca Juga: Tari Lading Khas Marga Penukal di PALI Memiliki Cerita Dimana Wanita Pada Zaman Dahulu Tidak Bisa Dianggap Lemah

Tari burung putih merupakan tarian khas asal Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Dalam Sejarahnya tari burung putih telah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu. Konon dahulu, ketika musim panen tiba bujang gadis desa Pengabuan berkumpul dipersawahan dengan tujuan menjaga padi yang sudah menguning dari ancaman burung putih yang sudah mengintai padi-padi milik warga setempat.

Berdasarkan penjelasan oleh Nung Cing bin Cik Ning yang merupakan penabuh gendang dalam tari burung putih. Nung cik mengatakan bahwa dirinya termasuk generasi ketika yang membawakan tari burung putih bersama Agusman bin Kasim yang bertugas memainkan biola dalam setiap pertunjukan tari burung putih.

Penari Burung Putih (giwang.sumselprov.go.id)

Tari burung putih ialah sebuah tarian yang mengisyarakan musim panen telah tiba. - Tari Burung Putih menggambarkan para Bujang Gadis Desa Pengabuan dalam menyambut musim panen yang memiliki tujuan yaitu menjaga padi yang sudah menguning dari ancaman burung putih.

Baca Juga: Salah Satu Anak Muda Desa Betung Abab yang Memiliki Segudang Prestasi Bikin Pembaca Tercengang !

Dengan diiringi alat music seperti gong, biola serta gendang. Keenam penari yang menggunakan baju putih tersebut melenggak-lenggok mengelilingi panggung pentas. Kesana-kemari, penari seolah menirukan gaya seekor yang bolak-balik hendak memakan padi ketika musim panen tiba.

Untuk menjadi penari dalam tari burung putih tidaklah sembarangan, harus yang masih gadis karena sudah menjadi adat dan budaya dari zaman dahulu. Sedangkan dalam menari keenamnya diiringi music dari lantunan biola, gong dan gendang serta satu penyanyi yang bertembang. Saat ini, tari burung putih tidak hanya digunakan ketika musim panen tiba, tetapi sering ditampilkan dalam acara-acara resmi

Tags

Terkini

Adat Pernikahan di Desa Betung Abab yang Unik

Selasa, 2 April 2024 | 12:38 WIB

Misteri Candi Borobudur yang Belum Terpecahkan !

Minggu, 31 Maret 2024 | 23:33 WIB