Kronologi Video Viral Cekcok Berujung Ujaran Rasisme di Bali Versi Penjahit dan Pelanggan

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Minggu, 19 Juli 2026 | 14:51 WIB
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali. (Instagram/hiddenbyhilda)
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali. (Instagram/hiddenbyhilda)

Rekomkita - Media sosial tengah ramai dengan video adu argumen antara seorang penjahit dan pelanggannya di Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung, Bali.

Bukan cekcok biasa, namun video viral tersebut juga memuat dugaan adanya unsur rasisme hingga pengancaman yang dilontarkan oleh penjahit kepada pelanggan tersebut.

Gelombang reaksi dari warganet hingga tokoh publik pun berdatangan usai video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hiddenbyhilda itu viral di jagat media sosial.

Baca Juga: Ramai Kritikan Ketua Komisi II DPR soal Mental Kerja ASN, MenPAN-RB dan Kepala BKN Unggah Pesan soal Pengabdian pada Negara

Kronologi: Diduga Tak Selesaikan Jahitan Sesuai Janji 

Menurut keterangan pelanggan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @hallo.denpasar, pelanggan tersebut mengantarkan baju ke penjahit tersebut pada 30 Juni 2026 dan dijanjikan bisa selesai pada 1 Juli 2026.

Diketahui bahwa ia sudah membayar biaya jasa jahit, tapi saat didatangi pada 1 Juli 2026, jahitannya belum diselesaikan.

Baca Juga: Gubernur Sulut Instruksikan Pejabat Stop Rutinitas Birokrasi Pasif

Pelanggan tersebut kemudian dijanjikan lagi untuk datang pada 2 Juli 2026, tapi masih belum selesai dan kembali lagi pada 3 Juli 2026.

Merasa dirugikan, pelanggan meminta uang yang telah dibayarkan untuk dikembalikan hingga cekcok terjadi seperti dalam video yang viral.

“Masalahnya saya bayar lho. Yaudah saya tunggu 10 menit, saya tunggu baju saya. Empat hari lho,” ucap pelanggan tersebut.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Beri Toleransi Pejabat yang Rugikan Negara, Ajak Menterinya Kompak Bekerja demi Rakyat

Lontarkan Ejekan hingga Dugaan Rasisme 

Penjahit tersebut kemudian melontarkan kata-kata kasar yang berbau SARA kepada pelanggan dengan membandingkan orang-orang dari Pulau Jawa dan orang-orang Bali.

“Orang Bali orang kaya-kaya, bukan kayak kamu, orang miskin. Kamu orang miskin nggak makan di Jawa, nyari uang di Bali, main-main sama orang Bali,” ucap penjahit tersebut.

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X