Sempat Labeli Jurnalis Pengecut, Hotman Paris Kini Minta Maaf dan Singgung soal Hidden Agenda Kasus Korupsi Jampidsus

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Senin, 20 Juli 2026 | 14:57 WIB
Menyoroti klarifikasi pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris usai melontarkan pernyataan tak etis ke awak media. (Instagram.com/@hotmanparisoffcial)
Menyoroti klarifikasi pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris usai melontarkan pernyataan tak etis ke awak media. (Instagram.com/@hotmanparisoffcial)

Baca Juga: Ditodong Pertanyaan soal Uang Rp100 Juta oleh Jemaah Harlah Ponpes, Gus Miftah: Saya Kaget tapi Biasa Aja

Atas insiden itu, Hotman lantas menyatakan tidak ada niat apapun di balik pernyataan tersebut.

"Cuma karena diberondong dengan dua pertanyaan yang saya sudah bilang saya tidak bisa jawab karena saya tidak punya kapasitas menjawab," bebernya.

"Tapi ditanya lagi ditanya lagi sehingga saya jadi emosional," imbuh Hotman.

Baca Juga: APBD Bukan Uang Pribadi : Menggugat Logika Pembungkaman Pers Lewat Kontrak Publikasi

Bagaimana Kasus Ini Bermula?

Usut punya usut, insiden ini bermula saat Hotman tengah bersuara atas nama kliennya, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, yang kini berstatus tersangka dalam kasus korupsi.

Ucapan Hotman yang merendahkan profesi jurnalis keluar saat sesi konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat, 17 Juli 2026.

Baca Juga: Sempat Memakan Korban, Viral Muda-Mudi Kena Tegur Warga karena Duduk di Tepi Jembatan Merah Jayapura

Alih-alih menjawab secara profesional, Hotman merespons cecaran pertanyaan jurnalis dengan kata-kata yang dianggap menghina dan mengintimidasi.

Kala itu, Hotman melontarkan kalimat seperti "lu punya otak enggak?" dan menyuruh jurnalis untuk "shut up" (diam).

Hal yang tak kalah menyita perhatian, saat pengacara itu turut melabeli jurnalis sebagai "pengecut" jika tidak berani bertanya ke Mabes Polri.

Baca Juga: Dosen FH UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi Kementerian PU, Kampus Siapkan Pendampingan Hukum

Atas perbuatannya, Hotman Paris telah mendapatkan kecaman keras dari sejumlah organisasi wartawan, antara lain dari PWI, Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum), Forum Pemred hingga Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). 

Direspon Tegas Organisasi Wartawan

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X