Kabur dari Rombongan Trip di Korsel, Femas Sempat Kerja Sehari tapi Langsung Resign: Alasan Kerjanya Capek

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Rabu, 22 Juli 2026 | 07:52 WIB
Femas anggota rombongan open trip ke Korea Selatan yang diduga kabur terlihat di sebuah masjid di Ansan (kanan). (Threads/sarjanabackpacker)
Femas anggota rombongan open trip ke Korea Selatan yang diduga kabur terlihat di sebuah masjid di Ansan (kanan). (Threads/sarjanabackpacker)

“Enggak ada yang berani nangkep soalnya ntar temen-temennya yang kerja ilegal pasti kena semua. Jadi mau ga mau harus kerja sama dengan orang Kedubes Indonesia yang ada di Korsel,” tulis pesan yang diunggah.

Baca Juga: HAJAR GRUP Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-50 untuk Jeane Laluyan, Apresiasi Dedikasi Sang Legislator Sulut

“Biasanya itu ada yang namanya basecamp orang Indonesia, tiap daerah pasti ada. Nah coba tanyain satu per satu ketua basecamp,” tambahnya.

Selain itu juga disarankan untuk menyebar foto Femas agar lebih banyak orang yang tahu dan tidak menerimanya untuk bekerja di pabrik.

Kronologi Sebelum Diduga Kabur: Pamit Ingin Beli Sepatu

Baca Juga: HUT ke-50 Jeane Laluyan, Hendra Jacob: Semoga Tuhan Menyertai Setiap Langkah Pengabdian

Kasus dugaan kaburnya Femas ini viral setelah @sarjanabackpacker membagikan cerita kronologi kasus tersebut pada Jumat, 17 Juli 2026. 

“Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol, diajak makan, diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan, semuanya terlihat normal,” tulisnya saat itu.

Sebelum hilang kabar, Femas diketahui berpamitan untuk jalan-jalan sendiri di sebuah kawasan perbelanjaan tanpa rombongan.

Baca Juga: Viral Kasus Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya di Jakpus, Diduga Bermula saat Perayaan Ultah sang Nenek

Ia mengaku ingin membeli sepatu, namun setelahnya tidak bisa dihubungi.

“Sampai malam itu, beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon, tidak pernah membalas WhatsApp, tidak pernah memberi kabar,” tukasnya.

Pencarian juga dilakukan dengan menyisir lokasi terakhir Femas hingga membuat laporan ke pihak berwenang.

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X