“Enggak ada yang berani nangkep soalnya ntar temen-temennya yang kerja ilegal pasti kena semua. Jadi mau ga mau harus kerja sama dengan orang Kedubes Indonesia yang ada di Korsel,” tulis pesan yang diunggah.
“Biasanya itu ada yang namanya basecamp orang Indonesia, tiap daerah pasti ada. Nah coba tanyain satu per satu ketua basecamp,” tambahnya.
Selain itu juga disarankan untuk menyebar foto Femas agar lebih banyak orang yang tahu dan tidak menerimanya untuk bekerja di pabrik.
Kronologi Sebelum Diduga Kabur: Pamit Ingin Beli Sepatu
Baca Juga: HUT ke-50 Jeane Laluyan, Hendra Jacob: Semoga Tuhan Menyertai Setiap Langkah Pengabdian
Kasus dugaan kaburnya Femas ini viral setelah @sarjanabackpacker membagikan cerita kronologi kasus tersebut pada Jumat, 17 Juli 2026.
“Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol, diajak makan, diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan, semuanya terlihat normal,” tulisnya saat itu.
Sebelum hilang kabar, Femas diketahui berpamitan untuk jalan-jalan sendiri di sebuah kawasan perbelanjaan tanpa rombongan.
Ia mengaku ingin membeli sepatu, namun setelahnya tidak bisa dihubungi.
“Sampai malam itu, beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon, tidak pernah membalas WhatsApp, tidak pernah memberi kabar,” tukasnya.
Pencarian juga dilakukan dengan menyisir lokasi terakhir Femas hingga membuat laporan ke pihak berwenang.
Artikel Terkait
Bank SulutGo Raih Juara Umum PORSEBANK BMPD Sulut 2026
Usai Viral Kepala SPPG Blora Pamit Salat Lalu Mendadak Resign: Dapur MBG Ikut Berhenti, Belum Ada Pengganti
Gubernur Sulut Tunjuk Sejumlah Plt Pejabat Baru, Sekdaprov Tahlis Gallang Serahkan SK
Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unsrat Raih Akreditasi Unggul
Kronologi Ledakan Dahsyat di Rumah Mewah Kawasan Grand Polonia Medan, Diduga Bermula dari Kebocoran Pipa Bawah Tanah