Petugas yang melayani para customer ngedumel, entah apa yang diucapkannya, yang terlihat hanya komat-kamit mulutnya dan ekspresinya saja.
Dan saat di Bank Sumsel Tanah Abang petugasnya bilang bahwa perhari hanya mengeluarkan 25 pcs ATM saja, para customer dipersilahkan mengisi data dan meninggalkan nomer telvon, dan jika sudah customer akan dihubungi.
Kebijakan semacam ini membuat kami para customer menjadi sangat kecewa, sudah bolak-balik ke dua tempat tapi tidak mendapatkan hasil.
Jika tidak bisa memberikan pelayanan penggantian ATM yang efisien, kenapa ada kebijakan ATM ada masa aktifnya, sedangkan tidak semua customer itu banyak waktu, karena kendala dengan pekerjaaan, dan apabila sering izin bekerja. Maka, kami akan dimarahi jika keseringan izin.
Kebijakan ini sangat mengecewakan, bukannya kami mendapatkan pelayanan baik, akan tetapi menjadikan kami tidak mau lagi berurusan dengan Bank Sumsel.
Kalau bukan karna keterpaksaan, dan diharuskan memakai jasa Bank Sumsel, mending tidak usah membuat rekening Bank Sumsel. Jika pelayanannya seperti ini.
Saya pribadi dan rekan saya, bahkan customer yang lain sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Pegawai Bank Sumsel. Khususnya Bank Sumsel yang ada di Desa Air Itam dan Cabang Tanah Abang Kabupaten PALI.
Beberapa customer bercerita, bukan hanya mengurus pergantian ATM saja, mengurus yang lainnya terkadang pegawainya mempersulit. Terkecuali kita para customer memberikan uang tips. "Ujar para customer".
Tolong koreksi atas pelayanan yang disediakan, entah kurangnya di trenning atau memang sudah terbiasa seperti ini pelayanan yang di sediakan oleh Bank Sumsel Babel Cabang Air Itam dan Cabang Tanah Abang Kabupaten PALI.
Sedangkan semua customer mengira bahwa pelayanan perbankan itu sangat baik dan sopan, namun sangat berbeda pelayanan yang kami terima. Khususnya Bank Sumsel Cabang Desa Air Itam dan Cabang Tanak Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Pertama saya masuk di pintu masuk tidak ada penyapaan ataupun senyuman, saya mandiri bertanya langsung dan ditunjukan arah saja, "tanye disitu" kata satpamnya. tanpa tau yang mana pegawainya karena di mejanya kosong.
Saya bertanya hingga tiga kali untuk menanyakan yang mana pegawainya, pas sampai ke depan meja yang ditunjuk orang yang di maksud tidak ada di korsi, saat ada orangnya tidak ditanya saya mau apa, dan saya menjelaskan keluhan sediri, lalu saya menyerahkan dokumen saya lalu di foto copy, dan di serahkan kerta foto copy KTP kartu ATM dan buku tabungan saya untuk mengisi data saya dibelakangnya.
Setelah itu saya disuruh meletakkan kertas yang sudah saya isi biodata di atas meja yang ditinggalkan oleh pegawainya. Sedangkan posisi orang banyak disekitar, dan dokumen penting saya tergeletak di atas meja yang tidak ada pegawainya, lalu sayan ambil dan amankan.
Artikel Terkait
Sunan Kalijaga Dikisahkan Sebagai Wali yang Suka Melakukan Penyamaran
Jika Lolos ke Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akan Diberikan Bonus
Aka Cholik Intruksikan Kader dan Simpatisan PKB Kabupaten PALI All Out Dukung H Asri Ag, Sebut Figur yang Tepat!
Alasan Ketua DPA Belanda Aleid Wolfses Stop Penggunaan Facebook
Sistem Budaya Maupun Agama Tergantung Pemimpin Negaranya
Pilkada Kabupaten PALI 2024, Tiga Nama Disebut- Sebut Cocok Dampingi H Asri Ag
Ternyata Bulan Pernah Menghilang Silangit Bumi
pembunuhan dan Pelecehan Seksual Oleh Seorang Anak Berusia 16 Tahun Terhadap Bocah 6 Tahun
Pembagian Pot Drawing Kualifikasi Piala Asia U20, Timnas Indonesia U20 masuk Pot Berapa ?
Tokoh Wiralodra Dikenal Sebagai Orang Yang Mampu Menghabisi Babteng