"Sebelumnya kami memang sudah berantem terus. Selama satu minggu terakhir itu, dia sudah membabi buta," ungkap TS dalam keterangannya, pada Rabu, 8 Juli 2026.
"Kalau dari sebelumnya, kita masih normal aja kayak berantem jeda, baikan," sambungnya.
Luapan Emosi Berujung Tindak Aniaya
Korban menyebutkan, pelaku saat itu sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.
Dugaan tindakan penganiayaan kerap kali terjadi baik saat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar oleh S.
Nahas, kejadian pemukulan dilaporkan terjadi secara berulang selama satu pekan lamanya.
Peristiwa ini membuat korban sempat ingin melarikan diri. Akan tetapi, pelaku tidak mengizinkan dan selalu mengunci pintu dari luar menggunakan gembok.
"Saya berhasil kabur saat malam hari ketika pelaku sedang pergi," ungkap TS.
"Saya keluar melalui jendela karena pintu dikunci menggunakan gembok dari luar," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian terkait proses hukum bagi terduga pelaku kasus penganiayaan di Cikarang tersebut.
Artikel Terkait
Fakta Anyar Skandal Aniaya Keji Taufik Hidayat: Kartu AS dari 31 Saksi hingga Temuan Alat Siksa yang Ngeri
Cerita Pilu Istri Kenang Suapan Terakhir Suaminya yang Menjadi Korban Ojol yang Tewas usai Dibegal di Tangerang
Prabowo Ceritakan Alasan di Balik Peluncuran Motor Nasional, Ada Hubungannya dengan Mobil Maung Buatan dalam Negeri
Debat Seru Bakom RI vs BEM UI: Qodari Jelaskan dengan To The Point Memahami Program MBG bagi Dunia Pendidikan
Kasus Dugaan Penipuan Rp10 Miliar Pilkada Kotamobagu Naik ke Tahap Penyidikan