Dugaan adanya intimidasi kepada Nabyla bermula dari cuitannya yang mengaku dihubungi nomor tak dikenal dan meminta menghapus unggahan tentang mutasi pegawai di Kementerian PU.
“Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan tweet tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya,” tulisnya dalam cuita di akun X @nabylarisfa, diunggah pada 16 Juli 2026 lalu.
Ia juga mengungkapkan bahwa telah menyiapkan surat somasi mengenai permasalahan tersebut.
Dalam unggahan itu, terlampir tangkapan layar pesan WhatsApp yang meminta menghapus sebuah cuitan karena dianggap bisa menimbulkan kegaduhan.
Sementara cuitan yang dimaksud adalah sebuah quotes retweet tentang isu mutasi pegawai Kementerian PU.
“PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh,” tulisnya dalam cuitan tersebut.
Cuitan tersebut viral dengan penayangan di media sosial mencapai lebih dari 3,2 juta serta mendapat reply sebanyak 594, dan retweet lebih dari 10 ribu.
Artikel Terkait
Beredar Video 2 WNI Ngaku Jadi Korban Penyekapan di Myanmar, Diminta Tebusan Rp200 Juta dengan Waktu 4 Hari
Prabowo Tegaskan Tak Beri Toleransi Pejabat yang Rugikan Negara, Ajak Menterinya Kompak Bekerja demi Rakyat
Gubernur Sulut Instruksikan Pejabat Stop Rutinitas Birokrasi Pasif
Ramai Kritikan Ketua Komisi II DPR soal Mental Kerja ASN, MenPAN-RB dan Kepala BKN Unggah Pesan soal Pengabdian pada Negara
Kronologi Video Viral Cekcok Berujung Ujaran Rasisme di Bali Versi Penjahit dan Pelanggan